Cuplikan Laporan Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Indonesia

Meski berada jauh dari pusat konflik, Indonesia bisa terdampak oleh perang antara Rusia dan Ukraina yang terus berlangsung. Simak rangkuman data seputar dampak perang Rusia-Ukraina terhadap Indonesia di sini.

Dimas Bayu

Mar 15, 2022 - 3:59 PM

Data

Meski berada jauh dari pusat konflik, Indonesia bisa terdampak oleh perang antara Rusia dan Ukraina yang terus berlangsung. Dampak yang bakal dirasakan tanah air, mulai dari minyak, gandum, hingga besi dan baja. 

DataIndonesia.id pun merangkum sejumlah data untuk melihat sejauh mana dampak perang tersebut terhadap Indonesia. Beberapa data tersebut, antara lain negara produsen minyak terbesar, harga minyak, harga BBM Indonesia, penghasil gandum utama dunia, impor biji gandum Indonesia, neraca perdagangan Indonesia-Rusia.

Ada pula data soal harga CPO, produsen utama CPO, harga batu bara, produsen batu bara, dan berbagai data lainnya. Rangkuman data tersebut dapat dilihat di tautan berikut

(Baca: Menakar Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Indonesia)

Salah satu penyebab perang yang diinisiasi Rusia ke negara tetangganya bisa berdampak ke Indonesia karena Negeri Beruang Merah merupakan penyumbang minyak mentah dunia yang cukup besar. Rusia mampu menghasilkan minyak sebesar 10,5 juta barel per harinya pada 2020. 

Konflik Rusia-Ukraina pun sempat menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak ke level tertingginya pada 6 Maret 2022. Padahal, Indonesia masih harus mengimpor minyak mentah mengingat konsumsinya yang tinggi, sedangkan produksinya masih minim.

(Baca: Amerika Serikat Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia pada 2020)

Menurut data BP Global Company, rata-rata konsumsi minyak di Indonesia sebesar 1,56 juta barel per harinya. Sementara, produksi minyak mentah Indonesia baru mencapai 708.000 barel minyak per hari (mbopd). 

Selain minyak, komoditas gandum dikhawatirkan terganggu rantai pasoknya. Rusia dan Ukraina sama-sama menjadi negara dengan produksi gandum terbesar di dunia. 

(Baca: Daftar Negara Asal Impor Gandum Indonesia, Mana Saja?)

Indonesia pun banyak mengimpor gandum dari Ukraina dengan nilai sebesar US$919,43 juta dengan volume 3,07 juta ton sepanjang tahun lalu. Padahal, konsumsi gandum di Indonesia mencapai 10,4 juta metrik ton pada 2021. 

Walau demikian, Indonesia juga dapat meraup untung dari perang kedua negara itu. Salah satunya karena harga CPO yang terus melambung. Indonesia merupakan produsen utama CPO lantaran menghasilkan 46,89 juta ton pada 2021. 

(Baca: Produksi CPO Indonesia Turun 0,31% pada 2021)

Tak hanya CPO, Indonesia juga mampu meraup untung dari penjualan batu bara dan nikel. Pasalnya, kedua komoditas tersebut juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. 

Indonesia merupakan penghasil batu bara terbesar kedua di dunia. Sementara, produksi nikel di Indonesia merupakan yang paling besar secara global.

(Baca: Indonesia Rajai Produksi Nikel Dunia pada 2021)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags