Pasokan Berpotensi Meningkat, Harga CPO Tergelincir

Harga minyak sawit dunia (Crude Plam Oil/CPO) tergelincir pada penutupan perdagangan Rabu (07/09) di bursa berjangka Malaysia.

Winarni

Sep 8, 2022 - 10:00 AM

Data

Harga minyak sawit dunia (crude palm oil/CPO) tergelincir pada penutupan perdagangan Rabu (07/09) di bursa berjangka Malaysia. Harga CPO menyentuh level terendah selama enam pekan terakhir.

Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak September 2022 ditutup sebesar RM3.600/ton. Harga tersebut turun 105 poin atau 2,83% dari penutupan sesi sebelumnya di RM3.705/ton.

 Untuk kontrak Oktober 2022, harga CPO berjangka di Malaysia juga terkoreksi 109 poin atau 2,88% dari RM3.780/ton ke level RM3.671/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak November 2022 turun 107 poin atau 2,82% dari RM3.797/ton ke RM3.690/ton.

Penurunan tersebut terjadi di tengah para pedagang mempertimbangkan prospek pasokan yang meningkat pada saat musim panen. Diberlakukanya kembali pembatasan Covid-19 di pembeli utama China juga turut mebebani harga komoditas tersebut. Selain itu, pelemahan pada minyak nabati saingan pun turut menyebabkan turunya harga.

Dikutip dari Reuters, Refinitiv Commodities Research menilai stok minyak sawit yang tinggi dan produksi musiman yang lebih kuat membuat Indonesia dan Malaysia harus menjaga pasokan global yang berlimpah, karena hal tersebut dapat menekan harga pasar.

Peningkatan prospek pasokan global dari minyak biji matahari dan minyak kedelai juga menjadi salah satu faktor bearish.

Sebuah jajak pendapat Reuters menjelang data Dewan Minyak Sawit Malaysia mematok lonjakan persediaan menjadi 2,03 juta ton karena produksi meningkat.

Sementara itu, data ekonomi yang lemah dari konsumen utama China memicu kekhawatiran pasar akan  penurunan permintaan dari konsumen utama dunia tersebut. Penguncian dilakukan kembali karena adanya kebijakan ketat nol Covid-19 di China dan telah membuat kota-kota seperti Chengdu dikunci.

Adapun, kontrak minyak kedelai teraktif Dalian Commodity Exchange turun 3,4%. Demikian pula harga kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) yang turun 1% di tengah kekhawatiran bahwa keputusan Argentina untuk menawarkan nilai tukar preferensial untuk ekspor kedelai selama September dapat mengurangi permintaan global untuk pasokan AS.

(Baca: Persediaan Membengkak, Harga CPO Merosot)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags