Terimbas Panasnya Minyak Mentah, Harga CPO Menguat dalam Sepekan

Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali bangkit dari koreksi terdalam sejak 1986 pada pekan sebelumnya. Kenaikan CPO didukung oleh harga minyak mentah yang memanas.

Winarni

Mar 28, 2022 - 10:42 AM

Data

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mengalami tren penguatan secara pekanan. CPO kembali bangkit dari koreksi terdalam sejak 1986 pada pekan sebelumnya.

Kenaikan CPO didukung oleh harga minyak mentah yang memanas. Selain itu, tingginya harga minyak nabati saingan menjadi perdorong harga.

Berdasarkan data bursa derivatif Malaysia harga CPO untuk kontrak April menguat ke level RM6.616/ton pada penutupan perdagangan Jumat (25/03). Harga tersebut naik 500 poin atau 8,18% dari tujuh hari sebelumnya di RM6.116/ton. 

Untuk kontrak Mei 2022, harga CPO berjangka di Malaysia juga menguat 539 poin atau 9,35% secara pekanan dari RM5.760/ton menjadi RM6.299. Sementara, harga CPO berjangka untuk kontrak Juni 2022 menguat 398 poin atau 7,07% secara pekanan dari RM5.629/ton ke level RM6.027/ton. 

Kenaikan CPO mengikuti harga minyak mentah dunia yang kian menanjak akibat memanasnya konflik Rusia-Ukraina. Beberapa anggota Uni Eropa sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi terhadap minyak Rusia.

Ditambah lagi adanya serangan terhadap fasilitas minyak Saudi membuat pasar makin gelisah akan pasokan minyak mentah global. Minyak mentah yang lebih kuat membuat kelapa sawit menjadi pilihan lebih menarik untuk biodiesel.

Kenaikan harga minyak nabati global juga turut menaikkan CPO. Pasalnya, minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar global. 

Meningkatnya harga minyak nabati pesaing seiring ketidakpastian pasokan minyak bunga matahari dari Laut Hitam imbas konflik Rusia-Ukraina. Di samping itu, kekeringan di Amerika selatan berdampak kepada panen kedelai.

(Baca: Harga CPO Terkoreksi oleh Aksi Ambil Untung)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags