Delapan Sektor Bawa IHSG Naik ke Atas 6.900

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (10/03). Sektor barang konsumen non-primer menjadi motor kenaikan IHSG dengan kenaikan paling signifikan 3,25%.

Gita Arwana Cakti & Haratwadi Handoko

Mar 10, 2022 - 11:41 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,87% atau 59,57 poin ke level 6.924,01 pada perdagangan Kamis (10/03). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.837,73 hingga 6.924,01.

Dari 11 indeks sektoral, delapan sektor mengalami kenaikan yang dipimpin oleh sektor barang konsumen non-primer sebesar 3,25%. Sementara itu, sektor energi paling tertekan lantaran ditutup anjlok 2,19% diikuti dua sektor lainnya.


Sektor Energi

Indeks sektor energi terpantau paling anjlok sebesar 2,19% atau 31,72 poin ke level 1.415,21 pada akhir perdagangan Kamis (10/03). Indeks tertekan setelah bergerak di kisaran 1.390,12 hingga 1.446,93.

Saham-saham yang memberatkan pergerakan indeks sektor energi, antara lain PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terkoreksi 1,85% atau 1 poin ke 53, PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) yang anjlok 6,67% atau 30 poin ke 420, dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang tertekan 3,25% atau 100 poin ke 2.980.

Indeks sektor energi anjlok setelah kemarin ditutup turun tipis. Namun sepanjang perdagangan tahun ini, indeks sektor energi masih terpantau melesat 24,2%. 

Penurunan saham-saham di sektor ini sejalan dengan harga komoditas energi yang juga mulai bergerak di zona merah, setelah menyentuh level tertinggi.

Harga minyak mentah global pada Kamis pagi (10/03) waktu Asia mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi Covid-19. Tercatat minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei sempat anjlok lebih dari 17%, sebelum akhirnya ditutup melemah 13,2% di level US$111,14 per barel.

Penurunan terjadi setelah Uni Emirat Arab (UEA) berjanji mendorong produksinya. UEA pun bakal mendorong anggota OPEC melakukan langkah serupa demi menyeimbangkan pasokan global yang terganggu pascapenerapan sanksi ke Rusia usai menginvasi Ukraina. 

Sementara itu, Rusia tengah memberlakukan periode tenang untuk membuka jalur evakuasi bagi warga sipil Ukraina. Di sisi lain, pemerintah Ukraina menyampaikan tidak akan memaksa diri menjadi anggota NATO yang menjadi alasan Rusia menyerangnya. Meski demikian, invasi Rusia ke Ukraina masih belum ada kata selesai.


Sektor Perindustrian

Indeks sektor perindustrian bergerak di zona merah saat IHSG melenggang ke zona hijau. Sektor industri ditutup melemah 0,52% atau 5,83 poin ke level 1.115,48 pada akhir perdagangan Kamis (10/03). Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 1.096,4 hingga 1.123,38.

Sejumlah saham yang menekan pergerakan indeks sektor perindustrian, antara lain PT MNC Investama Tbk. (BHIT) yang terkoreksi 1,79% atau 1 poin ke 55, PT Astra International Tbk. (ASII) turun 0,79% atau 50 poin ke 6.250, dan PT Ladangbaja Murni Tbk. (LABA) anjlok 6,67% atau 8 poin ke 112 .

Saham ASII menjadi pemberat pergerakan indeks sektor perindustrian lantaran berbalik melemah setelah naik 14% selama empat hari berturut-turut. Pada awal bulan ini, grup konglomerasi Astra tersebut mengungkapkan rencananya untuk mendanai investasi baru pada 2022. Hal itu dilakukan melihat posisi dana kas perseroan yang cukup tebal.

Perusahaan dengan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp19 triliun tersebut sedang melirik sejumlah sektor yang dinilai memiliki ruang pertumbuhan tinggi di Indonesia, tapi penetrasinya masih rendah. Beberapa sektor yang menarik perhatian ASII salah satunya investasi ekonomi hijau seperti renewable energy dan new economy.


Sektor Barang Konsumen Non-Primer

Indeks sektor barang konsumen non-primer menguat paling tajam sebesar 3,25% atau 29,52 poin pada akhir perdagangan Kamis (10/03). Indeks ditutup menguat ke level 938,86 setelah bergerak pada rentang 909,34 hingga 938,86.

Sejumlah saham yang ikut mendorong kenaikan indeks sektor ini, antara lain PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) yang menguat 0,75% atau 1 poin ke 134, PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) naik 2,4% atau 6 poin ke level 256, dan PT MNC Land Tbk. (KPIG) dengan apresiasi 3,06% atau 3 poin ke level 101.

Pangsa pasar SCMA pada prime time terpantau meningkat cukup baik pada awal tahun ini. Secara rinci, pangsa pasar prime time milik SCTV dan Indosiar yang menjadi unggulan SCMA masing-masing naik menjadi 14,5% dan 14,7%. Data ini menunjukkan saluran televisi tersebut masih cukup diminati oleh penggemarnya.

Untuk menunjang kegiatan usaha perseroan, SCMA telah melakukan transaksi afiliasi dengan lima perusahaan sekaligus terkait pengelolaan usaha jasa iklan dalam Emtek Digital pada Januari 2022. Manajemen SCMA belum lama ini juga telah mengumumkan kesiapannya mendukung proses pelaksanaan analog switch off (ASO) atau migrasi siaran TV digital pada 30 April 2022.


Sektor Kesehatan

Indeks sektor kesehatan mengalami peningkatan tertinggi ketiga sebesar 2,29% atau 31,24 poin ke level 1.395,18 pada akhir perdagangan Kamis (10/03). Indeks ditutup menguat setelah bergerak di rentang 1.363,95 hingga 1.395,18.

Sejumlah saham yang cukup aktif dan menjadi pendorong kenaikan indeks sektor kesehatan, antara lain PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) naik 2% atau 10 poin ke 510, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) melesat 6,96% atau 80 poin ke 1.230, dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menguat 1,26% atau 20 poin ke 1.605.

Salah satu dampak yang dikhawatirkan sejumlah perusahaan di tanah air terkait konflik antara Rusia dan Ukraina adalah kenaikan harga sejumlah bahan baku, termasuk untuk produk kesehatan. Pasalnya, hal tersebut berpotensi menambah beban usaha dari perusahaan.

Meskipun demikian, salah satu emiten sektor kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk. telah memastikan ketersediaan produk untuk masyarakat tetap aman. Emiten berkode saham KLBF itu telah meningkatkan persediaan bahan baku maupun bahan baku kemasan sehingga ketahanan dapat mencapai empat bulan.

Jika sampai terjadi kenaikan harga bahan baku yang signifikan, maka perusahaan akan meracik ulang harga jual produk supaya tak memberatkan konsumen. Adapun, perseroan tetap menargetkan operating profit margin stabil di kisaran 14,5%–15,5% sepanjang tahun ini. Sementara, penjualan serta laba ditargetkan tumbuh 11%-15%.


Sektor Properti & Real Estat

Indeks sektor properti dan real estat melemah tipis 0,17% atau 1,27 poin ke level 748,75 pada perdagangan Kamis (10/03). Indeks melemah setelah bergerak di rentang 741,54 hingga 756,3.

Saham PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) menjadi salah satu yang menghambat kenaikan indeks sektor properti karena melemah 2,4% atau 2 poin ke 83 pada akhir perdagangan hari ini. Ada pula saham PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) yang melemah 3,6% atau 20 poin ke 530 dan PT Repower Asia Indonesia Tbk. (REAL) turun 3,8% atau 2 poin ke 51 .

Pada akhir tahun lalu, Modernland Realty telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Astra Modern Land (AML) melalui entitas usahanya, PT Mitra Sindo Makmur dengan nilai Rp1 triliun. Penjualan saham ini dilakukan oleh MDLN lantaran bisnis perseroan masih mendapat tekanan dari dampak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, restrukturisasi global bonds guaranteed senior notes 2021 milik perseroan senilai US$150 juta dan guaranteed senior notes 2024 senilai US$240 juta telah efektif. Sebelumnya, MDLN terkena dampak dari pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perseroan mengalami gagal bayar kupon pada Agustus 2020 dan Oktober 2020.

 

Sektor Teknologi

Indeks sektor teknologi mencetak kenaikan tertinggi di posisi kedua dengan ditutup melesat 2,35% atau 180,88 poin ke level 7.876,57 pada akhir perdagangan Kamis (10/03). Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 7.695,69 hingga 7.876,57.

Saham-saham yang menjadi penopang penguatan indeks sektor teknologi, antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang menguat 5,91% atau 120 poin ke 2.150, PT Sentral Mitra Informatika Tbk. (LUCK) naik 0,61% atau 2 ke 328, dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) tumbuh 1,14% atau 20 ke 1.770.

Perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Sariaatmadja, EMTK memang tercatat cukup ekspansif dalam mengembangkan bisnisnya di sektor digital tanah air. Sejumlah kolaborasi dengan grup-grup besar, seperti Grup Salim, Grup CT, dan Grup Sinarmas dijalin untuk menopang kinerja usahanya. 

Kolaborasi Grup Emtek dengan Grup Sinarmas terjalin melalui perusahaan dompet digital DANA. Pada akhir bulan lalu, Grup Sinarmas melalui PT DSST Dana Gemilang (DSST) mengumumkan rencananya untuk masuk sebagai pemegang saham di DANA. Namun, belum disebutkan secara rinci bagaimana struktur kepemilikan saham di DANA pascamasuknya Grup Sinarmas hingga saat ini.

(Baca: Asing Catat Net Buy, IHSG Ditutup Menguat)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags