IHSG Tertekan Aksi Jual Investor Asing pada Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan 0,69% atau 45,31 poin ke level 6.538,50 pada akhir pekan, Jumat (3/12). Lesunya IHSG didorong tekanan aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp545,13 miliar di seluruh pasar.

Dyah Ayu Kartika

Dec 3, 2021 - 6:06 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan 0,69% atau 45,31 poin ke level 6.538,50 pada Jumat (3/12). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.536,91 hingga 6.600,17. 

Kapitalisasi pasar bursa tercatat di level Rp8.127,99 triliun dengan 233 saham menghijau, 284 saham melemah, dan 144 saham stagnan. Volume saham yang diperdagangkan sejumlah 22,13 miliar unit dengan turnover senilai Rp11,44 triliun. 

Lesunya IHSG didorong tekanan aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp545,13 miliar di seluruh pasar. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan net sell senilai Rp83,32 miliar.

Posisinya diikuti saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang diobral Rp73,11 miliar. Kemudian, saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga dijual sebanyak Rp49,34 miliar.

Sebaliknya, saham PT MNC Studios International Tbk. (MSIN) diborong investor asing dengan net buy sebesar Rp67,63 miliar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Harum Energy Tbk. (HRUM) pun menjadi incaran investor asing dengan nilai beli bersih masing-masing Rp51,85 miliar dan Rp36,91 miliar.

IHSG juga tertekan akibat aksi profit taking yang dilakukan para pelaku pasar. Selain itu, pelaku pasar masih dikhawatirkan oleh Covid-19 varian Omicron. 

Kekhawatiran tersebut lebih kepada kesiapan Indonesia menghadapi Omicron jika masuk ke tanah air. Ini mengingat Singapura telah mengkonfirmasi 2 kasus impor varian tersebut.

Berdasarkan sektoral, industri menjadi penekan bagi indeks komposit. Sektor tersebut terkoreksi paling dalam mencapai 1,33%.

Adapun, nilai tukar rupiah ditutup anjlok 51 poin atau 0,36% menjadi Rp14.397,5 per dolar AS. Sedangkan, indeks dolar AS naik 0,07% ke level 96,097.

Sentimen global sebenarnya relatif positif. Bursa saham Wall Street terpantau rebound, di mana Indeks S&P 500 dan Dow Jones naik lebih dari 1%.

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags