IHSG Tinggalkan 7.200, Sektor Energi Paling Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah penutupan perdagangan Jumat (23/9). Tercatat IHSG mengalami koreksi 0,56% atau 40,32 poin menuju posisi 7.178,58.

Dyah Ayu Kartika

Sep 23, 2022 - 5:00 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada penutupan perdagangan Jumat (23/9). Tercatat IHSG terkoreksi 0,56% atau 40,32 poin ke level 7.178,58. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah dengan rentang harian pada level 7.172,53 hingga level 7.219,03.

Sektor energi memimpin pelemahan dengan tertekan 1,41%, disusul sektor properti yang terkoreksi 1,11%. Pada perdagangan hari ini, sebanyak 268 saham menguat, 248 saham melemah, dan 182 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG juga sedikit turun menjadi Rp9.455,39 triliun dan volume saham yang diperdagangkan sejumlah 23,95 miliar lembar saham dengan nilai Rp14,64 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diperdagangkan secara nilai yang mencapai Rp626,61 miliar. Namun aksi jual mendominasi sehingga sahamnya merosot 1,75% atau 80 poin ke harga 4.480. Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga turut menghiasi jajaran saham paling ramai diperdagangkan dengan total nilai Rp576,55 miliar. Namun sahamnya masih lesu dengan terpangkas hingga 6,37% ke level 147.

Saham-saham lainnya yang ramai diperdagangkan dan berakhir di zona merah a.l BBCA yang diperdagangkan senilai Rp509,41 miliar. Saham BBCA ditutup turun 1,18%. Saham PGAS juga turun 3% dengan nilai perdagangan Rp451,76 miliar.

Merahnya IHSG sejalan dengan bursa saham AS yang ditutup melemah. Ketiga indeks utama Wall Street yakni S&P 500 turun 0,84%, Indeks Nasdaq ambles 1,37%, dan Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,35%.

Pergerakan IHSG masih dibayangi oleh kenaikan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia pada Kamis (22/9) lalu. Pelaku pasar berada dalam kekhawatiran bahwa AS akan masuk ke dalam jurang resesi akibat agresivitas The Fed menaikkan suku bunga acuannya. 

Pasar memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sekitar 125 bps atau setara 1,25% dalam dua pertemuan The Fed hingga akhir 2022 dan akan berlanjut menaikkan FFR hingga 4,6% pada 2023.

Dari dalam negeri, pada pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis (23/9) BI juga memutuskan untuk menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25%. Pergerakan mata uang garuda memberikan sentimen negatif bagi pasar, Rupiah ditutup melemah 0,10% atau 14,50 poin ke Rp15.037,50 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS terpantau menguat 0,43% atau 0,48 poin ke 111.82.

(Baca: Indeks Dolar AS Cetak Rekor, Dipicu Pernyataan The Fed dan Putin)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags