Kinerja Keuangan Bank Jumbo 2022 Solid, Bagaimana Laju Sahamnya?

Sepanjang 2022, empat bank tersebut mampu menorehkan laba bersih yang mentereng dan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan secara tahunan. Lalu bagaiamana perkembangan saham keempat bank tersebut selama 2022 hingga sepanjang tahun berjalan 2023?.

Dyah Ayu Kartika

Feb 13, 2023 - 3:14 PM

Data

Sejumlah bank jumbo atau pemilik modal inti lebih dari Rp70 triliun yang masuk kategori KBMI 4 berhasil membukukan kinerja keuangan yang apik dengan pertumbuhan yang solid sepanjang 2022. Keempat bank tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Berdasarkan data yang dihimpun DataIndonesia.id, sepanjang 2022 rata-rata empat emiten bank tersebut mencetak kenaikan pendapatan sebesar 9,97%. Hal tersebut pun membuat laba bersih keempat bank jumbo itu melonjak 52,32% secara rata-rata.

Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit dan menghimpun dana masyarakat masih terjaga hingga masih dapat mempertahankan bahkan mendorong profitabilitasnya.

Kinerja keuangan yang apik ini juga turut berdampak pada pergerakan saham-saham bank KBMI 4 tersebut. Jika melihat pergerakan sepanjang 2022 keempat saham bank jumbo itu kompak mencetak kenaikan double digit. Sementara itu, jika melihat pergerakan sepanjang tahun berjalan 2023 hingga penutupan sesi I perdagangan Senin (13/2), hanya satu saham bank jumbo yang mencatatkan penurunan.

Secara umum, selain melihat kinerja usaha masing-masing emiten, pergerakan saham-saham yang masuk dalam sektor keuangan ini juga turut dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga acuan seumlah bank sentral, termasuk Bank Indonesia dan The Fed. 

(Baca: (Laporan) Gerak Apik Kinerja Bank Jumbo pada Kuartal III/2022)

Saham BMRI tercatat menjadi saham bank jumbo yang paling moncer sepanjang 2022 dengan kenaikan harga saham mencapai 41,28% (yoy) menuju level 9.925. Adapun sepanjang tahun berjalan 2023 hingga penutupan sesi I 13 Februari 2023, saham BMRI juga mencatatkan kenaikan 3,53% (year-to-date/ytd) ke posisi 10.275.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank Mandri mencatatkan kenaikan laba bersih 46,89% mencapai Rp41,17 triliun pada 2022 dari sebelumnya Rp28,03 triliun pada 2021. Kinerja keuangan Bank Mandiri salah satunya ditopang oleh pengembangan fitur aplikasi teknologi yang dimiliki yakni Livin’ dan Kopra by Mandiri yang tumbuh signifikan.

Selanjutnya, ada BBNI yang menempati urutan kedua dengan lonjakan pertumbuhan saham hingga 36,67% sepanjang tahun lalu menuju posisi 9.225. Adapun hingga penutupan Sesi I Senin (13/2) sahamnya naik 2,71% ke level 9.475 secara tahun berjalan.

Dari sisi kinerja usahanya, Bank BNI dan entitas anak meraup laba bersih sebesar Rp18,31 triliun sepanjang 2022, atau melejit 68,02% dari sebelumnya Rp10,9 triliun. Manajemen BNI pun menyatakan realisasi laba bersih tersebut merupakan rekor nominal keuntungan tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan laba bersih turut ditopang oleh pertumbuhan fee based income yang optimal mencapai 14,82% selama 2022.

Pada posisi ketiga bank jumbo dengan kenaikan saham tertinggi sepanjang 2022 ditempati oleh BBRI dengan return 20,19% (yoy) menuju posisi 4.940 per akhir 2022. Namun, sepanjang tahun berjalan hingga Sesi I 13 Februari 2023 harga saham BBRI melemah 2,63% (ytd) ke level 4.810.

Sepanjang tahun lalu, BRI dan entitas anak berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik induk sebesar Rp51,17 triliun, melesat 64,71% dibandingkan dengan perolehan pada 2021 yang senilai Rp31,07 triliun.

Selanjutnya ada BBCA yang menempati posisi terakhir dengan return saham 17,12% sepanjang 2022 ke posisi 8.550. Adapun sepajang tahun berjalan 2023 hingga Sesi I Senin (13/2), sahamnya menguat 3,51% (ytd) ke level 8.850.

Dari sisi kinerja keuangan, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp40,74 triliun, naik 29,64% dari posisi 2021 yang sebesar Rp31,42 triliun. Dalam Analyst Meeting Paparan Kinerja 2022, manajemen BCA menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tidak lepas dari strategi bank dalam mengembangkan ekosistem secara hybrid baik pada platform online maupun offline.

Pergerakan saham-saham bank jumbo tersebut juga cukup memiliki pengaruh besar terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG). Pasalnya, keempat saham tersebut memiliki nilai kapitalisasi pasar yang juga jumbo.  

Jika dilihat dari nilai kapitalisasi pasar (market cap), per 10 Februari 2023, BBCA menjadi emiten bank jumbo yang memiliki market cap terbesar mencapai Rp1.077,02 triliun. Nilai ini bahkan merupakan yang paling besar di antara seluruh emiten yang mencatatkan sahamnya di BEI.

Tak hanya menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar, saham BBCA juga berada di peringkat kedua saham yang cukup aktif diperdagangkan secara nilai mencapai Rp558 miliar atau 6,49% dari seluruh nilai transaksi di BEI.

Setelah BBCA, ada BBRI yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar selanjutnya mencapai Rp729,21 miliar. BBRI juga menempati peringkat kedua di antara seluruh emiten. Adapun per 10 Februari 2023, BBRI tercatat menempati urutan teratas saham yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp938 miliar atau 10,90% di BEI.

Di posisi selanjutnya ada BMRI dengan nilai kapitalisasi pasar Rp475,86 miliar. Secara keseluruhan, BMRI menjadi emiten keempat pemilik kapitalisasi pasar terbesar. Sementara itu, BMRI juga masuk ke jajaran ketiga saham yang paling banyak diperdagangkan secara nilai mencapai Rp516 miliar atau 6% dari seluruh nilai transaksi di BEI pada akhir pekan lalu.

Adapun BBNI berada di posisi paling akhir bank jumbo dengan kapitalisasi pasar terbesar mencapai Rp175,85 miliar. Jika dilihat secara keseluruhan 10 emiten berkapitalisasi pasar terbesar di BEI, BBNI menempati urutan kedelapan.

Adapun hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu, saham BBNI terpantau ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp118,28 miliar. Namun, sahamnya tidak termasuk dalam daftar 10 saham teraktif secara nilai di BEI.

(Baca: 8 Saham dengan Market Cap Terbesar di BEI per Januari 2023)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags