Tujuh Sektor Bawa IHSG Rebound ke 7.200

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (8/9). Indeks komposit disokong oleh kenaikan tujuh indeks sektoral.

Haratwadi Handoko

Sep 8, 2022 - 8:38 PM

Data

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,63% atau 45,26 poin menuju level 7.232,02 pada perdagangan Kamis (8/9). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 7.204,65 hingga 7.277,88.

Indeks komposit disokong oleh kenaikan tujuh indeks sektoral. Sektor barang baku menguat paling tinggi hingga 1,99% ke level 1.337,13. Posisinya diikuti oleh sektor teknologi yang tumbuh 1,73% ke level 7.656,76. 

Sedangkan, empat indeks sektoral lainnya mengalami penurunan. Sektor energi terpantau memimpin pelemahan sebesar 1,32% ke level 2.016,74.


Sektor Energi

Indeks sektor energi paling tertekan sebesar 1,32% atau 26,96 poin ke level 2.016,74 pada akhir perdagangan Kamis (8/9). Indeks terjatuh setelah bergerak di rentang 2.003,58-2.043,7.

Sejumlah saham yang ikut menekan sektor energi, antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 5,38% atau 50 poin ke level 880, PT Rig Tenders Indonesia Tbk. (RIGS) drop 4,17% atau 30 poin ke level 690, dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melemah 3,85% atau 8 poin ke level 200.

Sejumlah pelaku usaha yang bergerak di bidang penambangan dan pengolahan bauksit mengkhawatirkan lambatnya upaya percepatan pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral logam (smelter). Kekhawatiran ini karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengumumkan rencana menutup pintu ekspor bauksit bersih atau washed bauxite (WBx) pada pertengahan tahun depan. 

Deputy Finance and Accounting Department Head PT Well Harvest Winning Alumina Refinery Hidayat Sugiarto mengatakan, lambannya pengerjaan smelter bauksit itu disebabkan karena pendanaan terkendala isu keberlanjutan pembangkit yang digunakan.

Seperti diketahui, sebagian besar lembaga pinjaman sudah menarik diri untuk memberikan kredit bagi proyek yang bertumpu kepada pembangkit listrik batu bara. Selain itu, Hidayat menambahkan, sebagian mitra bisnis di luar negeri juga dibatasi membangun proyek berbasis energi fosil tersebut. Konsekuensinya, sejumlah smelter yang sempat diinisiasi belakangan justru mangkrak dari target pengerjaan.

Berdasarkan data Kementerian Investasi per Juni 2022, baru terdapat tiga smelter yang beroperasi dengan kapasitas input bijih bauksit secara keseluruhan 36,9 juta ton. Salah satu smelter itu dimiliki PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas output 300.000 chemical grade alumina (CGA).

PT Well Harvest Winning juga memiliki smelter dengan kapasitas output 1 juta smelter grade alumina (SGA). Kemudian, PT Inalum memiliki smelter dengan kapasitas output 250.000 aluminium ingot dan billet. 

Sedangkan, terdapat 11 smelter bauksit dengan keluaran SGA yang masih tahap pengerjaan. Ada pula satu pabrik pengolahan dan pemurnian bauksit yang dalam tahap konstruksi dengan keluaran CGA. Selain itu, satu smelter dalam tahap perencanaan milik PT Inalum yang ditargetkan memproduksi aluminium ingot dan billet.

Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, produksi bijih bauksit di dalam negeri sebesar 26,3 juta ton. Dari jumlah itu, bijih bauksit yang diekspor mencapai 22,8 juta ton dan untuk keperluan domestik hanya 1,74 juta ton. 

Sedangkan, produksi alumina domestik baru sebesar 1,17 juta ton. Dari jumlah itu, 0,99 juta ton diekspor dan sisanya dialihkan untuk industri hilir dalam negeri.


Sektor Barang Baku

Indeks sektor barang baku menguat paling signifikan hingga 1,99% atau 26,04 poin ke level 1.337,13 pada akhir perdagangan Kamis (8/9). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 1.311,1-1.341,88.

Sejumlah saham yang ikut menopang sektor barang baku, antara lain PT Toba Pulp Lestari Tbk. (INRU) meroket 24,66% atau 180 poin ke level 910, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 8,71% atau 775 poin ke level 9.675, dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menguat 2,56% atau 6 poin ke level 240.

Produsen beton grup WIKA, PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) berhasil meraih kinerja positif pada semester I/2022. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan usaha WTON tumbuh 47,16% (yoy) dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,85 triliun. 

Laba bersih WTON tercatat sebesar Rp60,29 miliar. Jumlahnya meningkat 68,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp35,76 miliar.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Beton Dedi Indra menjelaskan, perolehan omzet kontrak baru sebesar Rp3,81 triliun hingga Juli 2022. Angkanya meningkat 35,24% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,81 triliun. 

Proyek-proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak baru WIKA Beton didominasi dari bidang infrastruktur, yakni 68,01%. Kemudian, proyek di sektor properti memberi andil sebesar 15,65%, sektor energi 10,66%, pertambangan 3,23%, dan industri 2,45%. Dengan sejumlah pencapaian positif ini, kinerja usaha WIKA Beton nyaris pulih pascapandemi Covid-19 melanda tanah air. 


Sektor Teknologi

Indeks sektor teknologi ikut menopang kenaikan IHSG dengan ditutup menguat 1,73% atau 130,25 poin ke level 7.656,76 pada akhir perdagangan Kamis (8/9). Indeks menguat setelah bergerak di rentang 7.526,51-7.700,11.

Sejumlah saham yang ikut mendorong sektor teknologi, antara lain PT Hensel Davest Indonesia Tbk. (HDIT) menguat 25,47% atau 27 poin ke level 133, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) naik 5,04% atau 14 poin ke level 292, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) terapresiasi 1,42% atau 4 poin ke level 286.

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) bersama dengan Standard Chartered resmi meluncurkan BukaTabungan. Peluncuran ini merupakan langkah lanjutan dari kemitraan strategis kedua perusahaan untuk meluncurkan penawaran inovatif. 

President Commerce & Fintech Bukalapak Victor Lesmana menyampaikan, BukaTabungan merupakan produk menarik karena seluruh masyarakat Indonesia kini dapat mengakses layanan perbankan digital kelas dunia dengan mudah dan aman. Para pelaku usaha juga kini memiliki akses ke layanan keuangan untuk mendukung bisnisnya dari institusi finansial ternama.

BukaTabungan akan menawarkan layanan perbankan inklusif, mudah, dan aman untuk ekosistem Bukalapak yang berisikan lebih dari 110 juta pengguna dan 20 juta pelaku usaha. Melalui penawaran akses perbankan, BukaTabungan juga bertujuan mendukung kelangsungan usaha dan pengembangan UMKM. 

(Baca: IHSG Kembali ke 7.200, Sektor Barang Baku Paling Melejit)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags