Penyakit malaria disebabkan oleh infeksi virus plasmodium yang berasal dari nyamuk anopheles. Penyakit tersebut kerap terjadi saat musim hujan dan dapat berujung kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, ada 415.140 kasus malaria di Indonesia pada 2022. Jumlah tersebut melonjak 36,29% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 304.607 kasus.
Melihat trennya, kasus malaria konsisten menurun hingga 2015. Namun, angkanya cenderung meningkat hingga tahun lalu.
Lebih lanjut, jumlah kasus positif malaria per 1.000 penduduk atau annual paracite incidence (API) sebesar 1,51 pada 2022. Angka tersebut juga meningkat 0,39 poin dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat 1,12.
Di sisi lain, jumlah wilayah di Indonesia yang berhasil melakukan eliminasi malaria sebanyak 372 kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah tersebut telah memenuhi target eliminasi malaria pada 2022 yang sebanyak 365 kabupaten/kota.
Pemerintah pun melakukan sejumlah upaya untuk bisa mengeliminasi penyakit tersebut, antara lain integrasi pelayanan malaria dengan kesehatan ibu dan anak, penyediaan kelambu berinsektisida, peningkatan penemuan kasus, mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah maupun sektor swasta, pemberdayaan masyarakat dengan perubahan perilaku hidup bersih, serta penguatan sistem kesehatan. Dengan upaya tersebut, diharapkan Indonesia bisa bebas malaria pada 2030.