Kasus Campak di Indonesia Melonjak Signifikan pada 2022

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 3.341 kasus campak yang telah terkonfirmasi di laboratorium sepanjang tahun lalu. Jumlah itu mengalami kenaikan 2.431% dibandingkan pada tahun sebelumnya.

24 Jan 2023 - 09.13Data
Kasus Campak di Indonesia Melonjak Signifikan pada 2022

Kasus campak di Indoensia mencatatkan lonjakan signifikan pada 2022. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 3.341 kasus campak yang telah terkonfirmasi di laboratorium sepanjang tahun lalu. 

Jumlah itu mengalami kenaikan 2.431% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 132 kasus. Adapun, seluruh kasus campak tersebut tersebar di 223 kabupaten/kota di 31 provinsi.

Lebih lanjut, terdapat 55 kejadian luar biasa (KLB) campak di 34 kabupaten/kota di 12 provinsi. Sebagai informasi, KLB campak ditetapkan jika ada minimal dua kasus dengan konfirmasi secara laboratorium dan memiliki hubungan epidemiologi.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine mengatakan, peningkatan kasus campak pada 2022 disebabkan rendahnya cakupan imunisasi untuk anak-anak. Terlebih selama pandemi Covid-19, banyak orang tua yang tidak berani datang ke fasilitas layanan kesehatan agar anaknya mendapatkan imunisasi.

Ada pula anak-anak yang terinfeksi campak, meski sudah mendapatkan vaksinasi yang belum lengkap. Kendati, persentasenya terbilang kecil dibandingkan yang belum diimunisasi sama sekali.

Untuk mencegah penyakit ini, para orang tua diminta untuk segera memberikan imunisasi campak secara lengkap kepada anak-anaknya. Selain itu, mereka diminta untuk mewaspadai jika gejala campak terlihat, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan bintik-bintik.

(Baca: Kemenkes: 61.594 Anak Terjangkit TBC hingga November 2022)

Sumber : Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Update Data lainnya di WA Channel



Editor Artikel Data Indonesia
Nilai keakuratan & kelengkapan data di artikel
Kurang
Baik
Terpopuler